7 Kesalahan Fatal Saat Interview Kerja yang Bikin Gagal Diterima HRD
Banyak orang sudah lolos seleksi CV, tapi gagal di tahap interview kerja. Padahal di sinilah penentu utama apakah Anda diterima atau tidak.
Table Of Content
- 1. Datang Tanpa Persiapan Tentang Perusahaan
- 2. Tidak Bisa Menjelaskan Diri Sendiri dengan Jelas
- 3. Terlihat Tidak Percaya Diri
- 4. Terlalu Fokus pada Gaji di Awal
- 5. Tidak Bisa Menjelaskan Pengalaman dengan Contoh Konkret
- 6. Berbicara Buruk Tentang Perusahaan Lama
- 7. Tidak Bertanya di Akhir Interview
Masalahnya, banyak kandidat melakukan kesalahan saat interview kerja tanpa sadar. Bahkan kandidat yang pintar sekalipun bisa gugur hanya karena sikap, jawaban, atau persiapan yang kurang matang.
Kalau Anda serius ingin diterima kerja, hindari 7 kesalahan fatal berikut ini.
1. Datang Tanpa Persiapan Tentang Perusahaan
Kesalahan paling umum adalah tidak riset tentang perusahaan.
HRD sering bertanya:
-
“Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan kami?”
-
“Kenapa Anda ingin bekerja di sini?”
Jika Anda menjawab secara umum atau terlihat tidak tahu apa-apa, itu sinyal Anda tidak serius.
Solusi:
-
Pelajari website resmi perusahaan
-
Ketahui produk/jasa utama
-
Pahami budaya perusahaan
-
Cari informasi di LinkedIn atau media sosial mereka
Kandidat yang riset terlihat lebih siap dan profesional.
2. Tidak Bisa Menjelaskan Diri Sendiri dengan Jelas
Pertanyaan klasik:
“Ceritakan tentang diri Anda.”
Banyak kandidat menjawab terlalu panjang, tidak terarah, atau justru terlalu singkat.
Kesalahan:
-
Menceritakan kehidupan pribadi yang tidak relevan
-
Jawaban berputar-putar
-
Tidak mengaitkan pengalaman dengan posisi yang dilamar
Jawaban yang baik harus:
-
Singkat (1–2 menit)
-
Fokus pada pengalaman kerja/skill
-
Relevan dengan posisi yang dilamar
Ingat: interview bukan sesi curhat.
3. Terlihat Tidak Percaya Diri
Bahasa tubuh sangat berpengaruh.
Contoh kesalahan:
-
Tidak melakukan kontak mata
-
Bicara terlalu pelan
-
Terlalu banyak berkata “emm…”
-
Postur membungkuk
HRD bukan hanya menilai kemampuan, tapi juga kepercayaan diri dan kesiapan Anda bekerja dalam tim.
Solusi sederhana:
-
Latihan mock interview
-
Rekam diri sendiri saat latihan
-
Perbaiki intonasi dan bahasa tubuh
Percaya diri bukan berarti sombong. Tapi yakin dengan kemampuan sendiri.
4. Terlalu Fokus pada Gaji di Awal
Menanyakan gaji bukanlah hal yang salah. Tapi timing sangat penting.
Jika di awal interview Anda langsung bertanya:
“Gajinya berapa ya?”
HRD bisa menilai Anda hanya mengejar uang, bukan kontribusi.
Idealnya:
-
Tunggu HRD yang membuka pembahasan kompensasi
-
Atau tanyakan di tahap akhir interview
Strategi terbaik: tunjukkan dulu nilai yang bisa Anda berikan.
5. Tidak Bisa Menjelaskan Pengalaman dengan Contoh Konkret
HRD menyukai jawaban berbasis data dan contoh.
Contoh jawaban lemah:
“Saya orangnya pekerja keras dan bertanggung jawab.”
Contoh jawaban kuat:
“Saya mengelola tim 4 orang dan berhasil meningkatkan penjualan 20% dalam 3 bulan.”
Angka dan hasil nyata membuat Anda lebih kredibel.
Gunakan metode sederhana:
-
Situasi
-
Tugas
-
Aksi
-
Hasil
Jawaban seperti ini jauh lebih meyakinkan.
6. Berbicara Buruk Tentang Perusahaan Lama
Ini kesalahan besar.
Walaupun Anda punya pengalaman buruk, jangan pernah menjelekkan atasan atau perusahaan sebelumnya.
HRD akan berpikir:
“Kalau nanti dia keluar dari sini, apakah dia akan bicara buruk juga?”
Ganti narasi menjadi:
-
“Saya ingin mencari tantangan baru.”
-
“Saya ingin berkembang di bidang yang lebih sesuai dengan skill saya.”
Tetap profesional, meskipun pengalaman Anda tidak menyenangkan.
7. Tidak Bertanya di Akhir Interview
Biasanya HRD akan menutup dengan:
“Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?”
Jika Anda menjawab:
“Tidak ada.”
Itu menunjukkan kurangnya minat.
Siapkan 1–2 pertanyaan seperti:
-
Bagaimana budaya kerja di tim ini?
-
Seperti apa indikator keberhasilan di 3 bulan pertama?
-
Apa tantangan terbesar di posisi ini?
Kandidat yang bertanya terlihat lebih serius dan visioner.
Bonus: Checklist Persiapan Interview Kerja
Sebelum interview, pastikan Anda sudah:
-
Riset perusahaan
-
Pahami deskripsi pekerjaan
-
Siapkan jawaban pertanyaan umum
-
Gunakan pakaian rapi dan profesional
-
Datang 10–15 menit lebih awal
-
Siapkan CV dalam bentuk fisik (jika offline)
Interview bukan soal keberuntungan. Ini soal persiapan.
Kesimpulan
Banyak kandidat gagal bukan karena tidak kompeten, tetapi karena melakukan kesalahan saat interview kerja yang sebenarnya bisa dihindari.
Jika Anda ingin diterima kerja:
-
Datang dengan persiapan matang
-
Jawab dengan contoh konkret
-
Tunjukkan sikap profesional
-
Hindari kesalahan komunikasi
Ingat, interview adalah momen Anda menjual diri secara profesional.
Latih diri Anda sebelum hari H. Karena satu kesalahan kecil bisa menghilangkan peluang besar.


