Cara Menjawab Pertanyaan “Ceritakan Tentang Diri Anda” Saat Interview agar HRD Terkesan
Pertanyaan ini hampir selalu muncul di setiap interview kerja:
Table Of Content
“Ceritakan tentang diri Anda.”
Terlihat sederhana, tapi inilah pertanyaan yang sering menjatuhkan kandidat. Banyak yang terlalu panjang, terlalu pribadi, atau justru terlalu singkat.
Jika Anda salah menjawab di awal, kesan pertama bisa langsung turun.
Di artikel ini, Anda akan belajar cara menjawab pertanyaan ceritakan tentang diri Anda secara profesional, terstruktur, dan relevan dengan posisi yang dilamar.
Kenapa HRD Selalu Menanyakan Pertanyaan Ini?
HRD tidak sedang ingin tahu riwayat hidup Anda dari kecil.
Tujuan mereka adalah:
-
Menilai cara komunikasi Anda
-
Melihat kepercayaan diri
-
Memahami pengalaman yang relevan
-
Mengukur apakah Anda cocok dengan posisi tersebut
Ini adalah momen Anda untuk “menjual diri” secara profesional dalam 1–2 menit.
Kesalahan Umum Saat Menjawab
Sebelum masuk ke cara menjawab yang benar, hindari kesalahan berikut:
-
Menceritakan hal pribadi yang tidak relevan
-
Jawaban terlalu panjang dan berputar-putar
-
Tidak mengaitkan dengan posisi yang dilamar
-
Hanya membaca ulang isi CV
-
Terlalu kaku seperti menghafal teks
Ingat: Interview bukan sesi curhat dan bukan juga sesi membaca CV ulang.
Formula Jawaban yang Efektif (Present – Past – Future)
Agar jawaban Anda terstruktur dan profesional, gunakan formula sederhana ini:
1. Present (Sekarang Anda Siapa)
Jelaskan posisi atau status Anda saat ini.
Contoh:
“Saat ini saya bekerja sebagai Digital Marketing Specialist dengan pengalaman 3 tahun di bidang performance advertising.”
Jika fresh graduate:
“Saya adalah lulusan S1 Manajemen dengan fokus pada pemasaran digital dan analisis data.”
2. Past (Pengalaman dan Pencapaian)
Ceritakan pengalaman relevan dan pencapaian nyata.
Contoh:
“Dalam pekerjaan sebelumnya, saya mengelola campaign iklan dengan budget hingga 150 juta per bulan dan berhasil meningkatkan konversi sebesar 30% dalam 6 bulan.”
Gunakan angka jika memungkinkan. Angka membuat Anda lebih kredibel.
3. Future (Kenapa Anda Melamar di Sini)
Tutup dengan alasan profesional kenapa Anda tertarik pada posisi tersebut.
Contoh:
“Saya tertarik dengan posisi ini karena ingin mengembangkan kemampuan strategi marketing yang lebih terintegrasi dan melihat perusahaan ini memiliki visi yang sejalan dengan bidang yang saya tekuni.”
Bagian ini menunjukkan Anda punya arah dan tujuan.
Contoh Jawaban Siap Pakai
Contoh untuk Fresh Graduate
“Saya adalah lulusan S1 Akuntansi yang memiliki ketertarikan di bidang audit dan analisis laporan keuangan. Selama kuliah saya aktif mengikuti magang di kantor akuntan publik dan terbiasa mengerjakan laporan keuangan klien skala UMKM. Saya melamar di posisi ini karena ingin mengembangkan kemampuan analisis saya di lingkungan profesional yang lebih besar.”
Contoh untuk Kandidat Berpengalaman
“Saya memiliki pengalaman 4 tahun sebagai Supervisor Operasional di bidang retail. Saya terbiasa memimpin tim 10 orang dan memastikan target penjualan tercapai setiap bulan. Dalam satu tahun terakhir, saya berhasil meningkatkan efisiensi operasional sebesar 20%. Saya tertarik melamar di posisi ini karena ingin mengambil tanggung jawab yang lebih strategis di perusahaan yang sedang berkembang seperti ini.”
Tips Tambahan Agar Jawaban Lebih Kuat
-
Durasi ideal: 60–90 detik
-
Latihan di depan cermin atau rekam suara
-
Gunakan bahasa yang lugas dan tidak bertele-tele
-
Jangan terdengar seperti membaca naskah
-
Tunjukkan energi dan antusiasme
Kepercayaan diri sangat memengaruhi kesan HRD.
Bagaimana Jika Tidak Punya Banyak Pengalaman?
Fokus pada:
-
Pengalaman organisasi
-
Magang
-
Project kampus
-
Skill yang relevan
Perusahaan tidak selalu mencari pengalaman panjang. Mereka mencari potensi dan kesiapan belajar.
Kesimpulan
Pertanyaan “Ceritakan tentang diri Anda” adalah kesempatan emas untuk membuat kesan pertama yang kuat.
Kunci jawabannya:
-
Terstruktur
-
Relevan dengan posisi
-
Singkat tapi berbobot
-
Ada pencapaian nyata
Jangan menjawab secara spontan tanpa latihan. Persiapkan dengan matang.
Karena sering kali, 2 menit pertama interview menentukan 80% kesan HRD terhadap Anda.


